Showing posts with label Kimia Analisis. Show all posts
Showing posts with label Kimia Analisis. Show all posts

simbol atau tanda bahaya pada bahan kimia

Lambang/Simbol Bahaya

Explosive
•     Lambang : E
•     Nama       : Explosive
•     Arti          : Bahan Kimia Bersifat Mudah Meledak
Image result for gambar bahaya ilmu kimia 
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ''explosive'' dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain.
    Contoh : Nitroglycerine ,trinitro Toluena (TNT) ,nitroselulosa dan lain-lain.
    Penanganan : hindari benturan, gesekan, loncatan api, dan panas
Highly Flammable
•     Lambang : F
•     Nama       : Highly Flammable
•     Arti           : Bahan Kimia BersifatMudah Menyala / Terbakar

Extremely Flammable
•     Lambang : F+
•     Nama       : Extremely Flammable
•     Arti           : Bahan Kimia Bersifat Sangat Mudah Terbakar
flammable Adalah zat yang mudah terbakar .
Jenis bahaya flammable dibagi menjadi dua : yaitu Extremely flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly flammable (sangat mudah terbakar).
    Contoh : C2H5OC2H5, CS2, C2H2,alcohol ,minyak tanah ,bensin
    Penanganan : jauhkan dari api
Oxidant Substance
•     Lambang : O
•     Nama       : Oxidant Substance
   Image result for gambar bahaya ilmu kimia 
    Arti           : Bahan Kimia Bersifat Pengoksidasi
Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “oxidizing“ biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan.
    Contoh : hidrogen peroksida, kalium perklorat
    Penanganan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor

Toxic
•     Lambang : T
•     Nama       : Toxic
•     Arti           : Bahan Kimia Bersifat Racun

Image result for gambar bahaya ilmu kimia
Very Toxic
•     Lambang : T+
•     Nama       : Very Toxic
•     Arti          : Bahan Kimia Bersifat Racun Kuat
Image result for gambar bahaya ilmu kimia 
Zat yang berlabel ''toxic'' adalah zat yang beracun .Sangat berbahaya jika masuk atau adanya kontak dengan tubuh .
    Contoh : arsen triklorida, merkuri klorida ,sianida
    Penanganan : basuh dengan air jika bersentuhan ,muntahkan jika terhirup
Corrosive
•     Lambang : C
•     Nama       : Corrosive
Image result for gambar bahaya ilmu kimia 
Arti           : Bahan Kimia Bersifat Korosif atau Dapat Merusak jaringan hidup.
 Zat yang berlabel ini bersifat korosif  dapat merusak jaringan tubuh manusia
   Contoh : klor, belerang dioksida, asam klorida
   Penanganan : basuh dengan air sebanyak-banyaknya jika terkena.
Dangerous For the Environtment
•     Lambang : N
•     Nama       : Dangerous For the Environment
•     Arti           : Bahan Kimia Bersifat Berbahaya Bagi Satu atau beberapa Komponen Dalam Lingkungan Kehidupan
 
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘dangerous for environment’ adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi.
    Contoh :  tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin
    Penanganan : hindari pembuangan langsung ke lingkungan.
Irritant
•     Lambang : Xi
•     Nama       : Irritant
•     Arti           : Bahan Kimia Dapat Menyebabkan Iritasi Terhadap Jaringan atau Organ Tubuh
 
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2
Harmful
•     Lambang : Xn
•     Nama       : Harmful
•     Arti           : Bahan Kimia Dapat Melukai jaringan Atau Organ
Simbol Bahan Kimia Berbahaya  
Arti : Bahan yang dapat merusak kesehatan tubuh bila kontak langsung dengan tubuh atau melalui inhalasi (udara yang dihirup), menimbulkan kerusakan pada tubuh,
Tindakan : hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup, segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
Contoh : Peridin, Etilen glikol, Diklorometan

Kondisi Lingkungan dan Aturan di Laboratorium

Kondisi Lingkungan dan Aturan di Laboratorium

•     Tata Tertib di Laboratorium
•     GLP (Good Laboratory Practices)
Tata tertib di laboratorium
A. PERALATAN LABORATORIUM
1.  Meja dan peralatan praktikum harus selalu bersih. Tidak diperkenankan meninggalkan peralatan dalam keadaan kotor di meja praktikum.
2.  Jangan meminjam alat dari meja praktikum lain tanpa ijin asisten / pengawas praktikum. Jika memerlukan peralatan tambahan, harap meminjam pada laboran yang bertugas dan mencatatnya pada buku peminjaman.
3.  Peralatan-peralatan besar untuk pemakaian bersama terletak diluar meja praktikum, di dalam ruang laboratorium.
4.  Jika ada peralatan yang rusak atau pecah, harus segera dilaporkan untuk diketahui dan mendapat gantinya. Kelalaian melaporkan akan dikenai sanksi.

B. BAHAN-BAHAN KIMIA
1.  Hindari kontak langsung dengan bahan kimia.
2.  Hindari mengisap langsung uap bahan kimia.
3.  Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus.
4.  Baca label bahan kimia sekurang-kurangnya 2 kali untuk menghindari kesalahan.
5.  Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan.
6.  Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan.
7.  Jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi.
8.  Tutup botol jangan ditaruh di atas meja karena isi botol dapat terkotori.
9.  Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus telapak tangan memegang botol tersebut.
10.                   Botol bahan yang telah dipakai harus dikembalikan ke rak-rak meja praktikum.

C. ATURAN BEKERJA DI LABORATORIUM
1.  Dilarang bekerja sendirian di laboratorium minimal ada asisten/petugas yang mengawasi.
2.  Tas diletakkan pada lemari yang disediakan di luar laboratorium.
3.  Dilarang bermain-main dengan peralatan dan bahan di laboratorium.
4.  Jagalah kebersihan laboratorium, peralatan dan meja praktikum.
5.  Rencanakan percobaan yang akan dilakuakn sebelum memulai praktikum.
6.  Persiapkanlah hal-hal yang perlu sebelum masuk laboratorium seperti buku kerja, jenis percobaan, jenis bahan, jenis peralatan, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan cara membuang limbah sisa percobaan.
7.  Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
8.  Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
9.  Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
10.                   Pencatatan data selengkap-lengkapnya harus segera dilakukan setelah percobaan selesai dilakukan.
11.                   Berdiskusi adalah hal yang baik dilakukan untuk memahami lebih lanjut percobaan yang dilakukan.
D. KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
1.  Dilarang keras merokok di dalam laboratorium
2.  Gunakan peralatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
3.  Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama selesai praktikum.
4.  Bila kulit terkena bahan kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar. Segera cuci dengan air sebanyak-banyaknya.
5.  Bila terjadi kecelakaan yang berkaitan yang berkaitan dengan bahan kimia, laporkan segera pada asisten atau petugas laboratorium. Segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.
6.  Mengetahui letak tabung pemadam kebakaran dan kotak P3K.
E. PENANGANAN LIMBAH
1.  Limbah bahan kimia yang digunakan hendaknya dibuang pada tempat yang disediakan, jangan langsung dibuang ke pembuangan air kotor (wasbak).
2.  Limbah cair yang tidak larut dalam air dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung. Botol ini harus tertutup dan diberi label yang jelas.
3.  Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus diencerkan dengan air secukupnya.
4.  Sabun, detergen, dan cairan tidak berbahaya dalam air dapat dibuang langsung melalui saluran air kotor dan dibilas dengan air secukupnya.
5.  Limbah zat organik harus dibuang secara terpisah pada tempat yang tersedia.
6.  Limbah padat harus dibuang terpisah karena dapat menyebabkan penyumbatan.
7.  Limbah padat seperti kertas saring, lakmus, korek api, dan pecahan kaca dibuang pada tempat sampah.
F. SANKSI :
1.  Teguran.
2.  Dianggap tidak hadir dalam praktikum/dikeluarkan
3.  Tidak diizinkan masuk dalam kegiatan praktikum/pelajaran.
GLP ( Good Laboratory Practices )
•     aturan-aturan, prosedur-prosedur dan praktek di laboratorium yang cukup untuk menjamin mutu dan intensistas data analitik yang dikeluarkan oleh laboratorium tersebut. (Pak Rudi)
•     suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan
•     aturan-aturan, prosedur-prosedur dan praktek di laboratorium yang cukup untuk menjamin mutu dan intensistas data analitik yang dikeluarkan oleh laboratorium tersebut. (Pak Rudi)
•     suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan
•     aturan-aturan, prosedur-prosedur dan praktek di laboratorium yang cukup untuk menjamin mutu dan intensistas data analitik yang dikeluarkan oleh laboratorium tersebut. (Pak Rudi)
•     suatu cara pengorganisasian laboratorium dalam proses pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai standar nasional/internasional serta memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan

Tujuan
•     sebagai penuntun bagi personal laboratorium untuk merencanakan suatu pengujian secara berhati-hati dan bekerja sedemikian rupa sehingga seluruh proses dapat terdokumentasi secara tepat dan lengkap serta dapat direkonstruksi secara rinci bilamana diperlukan.
•     untuk meyakinkan bahwa data hasil uji yang dihasilkan telah mempertimbangkan :
        1. Perencanaan dan pelaksanaan yang benar (Good Planning and execution)
        2. Praktek pengambilan sampel yang baik (Good Sampling Practice)
        3. Praktek melakukan analisa yang baik (Good Analytical Practice)
        4. Praktek melakukan pengukuran yang baik (Good Measurement Practice)
        5. Praktek mendokumentasikan hasil pengujian/data yang baik (Good Dokumentation Practice)
        6. Praktek menjaga akomodasi dan lingkungan kerja yang baik(Good Housekeeping Practice).
Ruang lingkup GLP
•     Organisasi
•     Personel
•     Penanganan sampel
•     Metode dan prosedur pengujian
•     Mencatatan dan pelaporan data
•     Keamanan laboratorium

KONSEP DAN PRINSIP KIMIA ANALISIS

KONSEP DAN PRINSIP KIMIA ANALISIS

                    I.            Tujuan Pembelajaran
1.       Melalui proses mencari informasi, menanya, dan berdiskusi, siswa dapat: menjelaskan pengertian kimia analisis, mendeskripsikan pengertian analisis modern dan konvensional, mengenal dan memahami kegunaan kimia analisis di berbagai bidang, mendeskripsikan tahapan-tahapan dalam kimia analisis, mendeskripsikan metode-metode dalam kimia analisis, menjelaskan istilah-istilah dalam kimia analisis. Menunjukkan perilaku proaktif dalam mempelajari konsep dan prinsip kimia analisis.
2.        Melalui proses mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan  siswa dapat mempresentasikan metode-metode dalam kimia analisis dan menerapkan tahapan-tahapan dalam kimia analisissebagai sarana pembangunan kesadaran bahwa ilmu kimia merupakan ilmu yang konsep-konsepnya lahir secara empiris.
                  II.            Pengertian
  1. Ilmu kimia yang mendasari analisis dan pemisahan sampel.
  2. Cabang ilmu kimia yang berfokus pada analisis cuplikan material untuk mengetahui komposisi, struktur, dan fungsi kimiawinya.
  3. Ilmu Kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia

                III.            Tujuan
        Untuk menentukan jenis komponen apa saja yang terdapat dalam suatu sampel (kualitatif), dan juga menentukan berapa banyak komponen yang ada dalam suatu sampel (kuantitatif).
Pengelompokan jenis kimia analisis
ANALISIS KUALITATIF : berkaitan denganidentifikasi zat-zat kimia (unsur atau senyawa) yang terkandung dalam sampel.
ANALISIS KUANTITATIF : berkaitan dengan penetapan berapa banyak suatu zat tertentu terkandung dalam sampel
                IV.            Metode kimia analisis
Ø  Metode klasik/konvensional
•       berdasarkan pada reaksi kimia dengan stoikiometri yang telah diketahui dengan pasti dan menggunakan peralatan konvensional
•       disebut juga cara absolut karena penentuan suatu komponen di dalam suatu sampel diperhitungkan berdasarkan perhitungan kimia pada reaksi yang digunakan
Ø  Metode instrumental/modern
•       berdasarkan sifat fisiko-kimia zat untuk keperluan analisisnya
•       dalam analisisnya teknik ini menggunakan alat-alat yang modern sehingga disebut juga dengan analisis modern
                  V.            Tahapan-tahapan dalam kimia analisis
  •   Perencanaan analisis.
  •  Pengambilan sampel (sampling).
  •  Persiapan sampel untuk analisis                          
  •  Pemisahan senyawa pengganggu.
  •  Pengukuran (analisis) unsur/senyawa yang akan diketahui.
  •  Perhitungan, pelaporan dan evaluasi hasil analisis